Centre of Operational Excellence
   0851 0636 4040 / 021 88330050

3 Level Kerusakan Mesin & Autonomous Maintenance

kerusakan-mesin-autonomous-maintenance

Untuk industri yang bertumpu pada mesin industri, kehandalan mesin sangat vital perannya. Karena jika mesin tersebut berhenti (stop produksi), dampaknya adalah penurunan output produksi. Lebih jauh dari itu, target penjualan juga akan berkurang.

Banyak perusahaan mengembangkan divisi / departemen pemeliharaan (Maintenance), yang bertugas dalam fungsi pemeliharaan mesin. Namun demikian, dengan banyaknya mesin produksi, dan terbatasnya jumlah personel pemeliharaan, seringkali fungsi pemeliharaan berganti menjadi perbaikan (reparasi). Alih-alih melaksanakan preventive maintenance, personel bagian pemeliharaan justru sibuk menjalankan emergency maintenance (perbaikan karena kerusakan mendadak).

Jika kita merunut pada piramida kerusakan mesin. Kita akan mendapakan tiga level kerusakan. Level satu, kerusakan berat atau kerusakan fatal. Pada kondisi ini mesin produksi mengalami kerusakan parah yang mengakibatkan stop produksi. Tidak bisa bekerja. Tidak menghasilkan output.

Level dua, kerusakan sedang. Dimana dalam kondisi ini, mesin mengalami kerusakan secara periodik. Artinya, selalu mengalami kerusakan yang sama, dalam kurun waktu tertentu. Walaupun sudah dilakukan perbaikan atau pergantian spare part, namun kerusakan masih berulang.

Level ketiga. Kerusakan kecil atau kerusakan terselubung. Mengapa disebut kerusakan terselubung, karena kerusakan jenis ini sangat kecil. Sangat biasa terjadi. Sehingga dianggap umum atau lumrah. Contoh kerusakan terselubung ini adalah baut yang longgar, kabel terkelupas, oli bocor, tutup mesin penyok, dan lain sebagainya.

Jika untuk kerusakan level satu, merupakan tanggung jawab personel yang bekerja di divisi / departemen perawatan (maintenance). Bahkan tidak jarang, pada kondisi ini, jika kerusakan yang terjadi sangat akut dan baru (belum pernah memiliki pengalaman perbaikan sebelumnya), perusahaan memberikan pekerjaan kontrak kepada teknisi dari pabrik pembuat mesin. Atau dari pihak ketiga lainnya.

Perbaikan level satu, biasanya cukup lama. Bisa karena pengadaan spare part yang lama. Juga bisa karena perbaikannya yang kompleks dan mambutuhkan waktu tidak sebentar. Dengan demikian, dapat dibayangkan, berapa kerugian yang harus ditanggung perusahaan, karena kerusakan level ini.

Untuk kerusakan level dua, atau kerusakan sedang, ini merupakan tanggung jawab bagian perawatan. Biasanya merupakan kerusakan berulang. Diperlukan suatu program preventive dan predective maintenance untuk mengurangi dampak dari kerusakan level ini.

Menariknya, kerusakan level tiga. Level kerusakan ini sering diabaikan perusahaan. Karena dianggap umum dan biasa, banyak perusahaan memandang sebelah mata, alias tidak penting. Padahal, jika kita telaah lebih dalam : kerusakan level satu terjadi, karena kerusakan level dua yang diabaikan. Kerusakan level dua terjadi karena kerusakan level satu terus-menerus terjadi, dan lama kelamaan semakin parah dan akut.

Dengan demikian, kerusakan level satu merupakan cikal bakal terjadinya kerusakan level dua dan level satu. Ibarat pepatah : sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit. Dalam hal ini, kerusakan kecil yang dibiarkan akan menjadi kerusakan sedang, dan pada akhirnya menjadi kerusakan fatal.

Autonomous Maintenance

Jika kerusakan level satu dan dua, perbaikannya merupakan tanggung jawab personel divisi / depertemen perawatan, tidak dengan kerusakan level tiga. Kerusakan level ini merupakan tanggung jawab personel produksi. Perawatan meisn industri oleh bagian produksi ini dikenal dengan istilah Autonomous Maintenance (Routine Maintenance).

Program Autonomous Maintenance ini merupakan salah satu pilar dari program Total Productive Maintenance (TPM). Autonomous Maintenance dirancang untuk melakukan perawatan atau pemeliharaan mesin industri oleh operator produksi. Tindakan perawatan yang dilakukan merupakan perawatan bersifat routine dan sederhana. Tidak memerlukan keahlian spesifik bidang teknis, seperti personel divisi perawatan.

Lingkup perawatan Autnomous Maintenance disingkat menjadi CLAIR. CLAIR ini merupakan kepanjangan dari Cleaning, Lubricating, Adjusting, Inspection, dan Minor Repair. Dimana program perawatan jenis ini dapat dilakukan secara harian / mingguan / bulanan / tahunan. Juga dapat dirancang pada waktu mesin mati (OF) atau ketika mesin masih hidup (ON). (*Salam Improvement – Dudung Duhara*)

Open chat
1
Butuh Bantuan ?
Klik disini
Powered by
%d bloggers like this: