facebooktwitteryoutube
PRODUCTIVITY QUALITY & IMPROVEMENT LOGISTICS & PURCHASING HR DEVELOPMENT MAINTENANCE GENERAL MANAGEMENT PROJECT MANAGEMENT KAIZEN CORNER JADWAL 2017 JADWAL 2018
in News & Article - 16 Sep, 2016
by Kaizen Consulting - no comments
5 JEBAKAN DALAM PENERAPAN LEAN OPERATION SYSTEM

5_jebakan_dalam_penerapan_leanproduction_system

Terinspirasi dengan keberhasilan perusahaan otomotif Toyota menjadi perusahaan ternama di dunia, melalui penerapan Toyota Production System (TPS), yang kemudian dikenal dengan Lean Operation System, banyak perusahaan mencoba menerapkan program tersebut.

Kemudian munculah beberapa istilah baru. Lean Banking untuk penerapan Lean Operation System pada dunia perbankan. Lean Assurance untuk penerapan Lean Operation System di perusahaan asuransi. Lean Maintenance untuk penerapan Lean Operation System pada divisi/departemen perawatan. Lean Warehousing untuk penerapan Lean Operation System pada divisi/departemen pergudangan.

Inti dari Lean Operation System adalah menciptakan proses kerja yang prima, dimana perusahaan dapat melayani pelanggan dengan menghasilkan produk/jasa yang sesuai spesifikasi pelanggan (Quality), pada waktu yang disepakati (Delivery), dan dengan harga yang kompetitif (Cost).

Relevansi dari program ini adalah menghilangkan semua biaya yang diakibatkan karena produk tidak berkualitas, biaya akibat proses kerja yang lambat, serta semua biaya operasi yang membuat biaya operasional menjadi mahal.

Sasaran program  Lean Operation System adalah memuaskan pelanggan melalui efisiensi proses sekaligus membangun keunggulan proses. Dimana, produk berkualitas dihasilkan dengan produk cacat yang rendah (sehingga terjadi efisiensi biaya rework, repair, dan scrap). Produk berkualitas dihasilkan melalui proses kerja yang cepat (semua aktivitas tidak bernilai tambah yang dapat membuat waktu proses lama harus dihilangkan). Produk berkualitas dihasilkan melalui efisiensi biaya operasional lainnya: biaya perawatan mesin, biaya penyimpanan barang, biaya pengecekan kualitas, dan lain sebainya (sehingga biaya tidak perlu dapat diminimalisir).

5 Jebakan Penerapan Lean Operation System

Pertama Lean Production (dalam artian program Lean hanya untuk divisi atau departemen produksi). Ini pemahaman jelas-jelas salah. Menganggap program Lean hanya untuk bagian produksi saja, atau bagian lain yang berhubungan langsung dalam proses produksi, seperti bagian perawatan, PPIC, dan bagian Quality Control.

Jika ini yang dipahami, maka dampak penerapan program Lean tidak akan maksimal. Hanya bagian produksi saja yang menjalankan. Sementara bagian support seperti, HRD, Purchasing, Sales, Accounting, tidak menjalankan.

Kedua Lean People. Hati-hati jangan sampai terkecoh. Ini jebakan bahaya. Walaupun salah satu dampak dari program Lean adalah efisiensi. Jangan sampai kita menargetkan program dari program Lean adalah pengurangan karyawan (Lean People). Biarkan program Lean berjalan sebagai Lean Process.

Karena jika program Lean dijalankan sebagai Lean People, program dijamin tidak akan jalan. Hasilnya tidak optimal. Bukannya terjadi perbaikan dalam proses, yang ada adalah demotivasi dan antipati dalam diri karyawan terhadap program ini, terlebih kepada perusahaan.

Ketiga Lean Technique. Dalam hal ini, banyak perusahaan menganggap bahwa mereka sudah menerapkan 5R, Pokayoke, TQM, QCC, SPC, Kaizen, dan metode perbaikan lainnya, dan menganggap proses mereka sudah Lean. Ini namanya Lean Technique, dimana hanya menerapkan tools dan technique yang ada dalam program Lean, untuk melakukan corective improvement.

Kita lupa, esensi dari Lean adalah budaya kerja, yang fokus pada eliminasi pemborosan. Bukan hanya aplikasi tools dan technique.

Keempat Lean for Operator. Salah satu yang menjadikan program Lean tersendat, adalah kurangnya komitmen jajaran manajemen. Hal ini muncul, karena beberapa manajer, general manajer, bahkan direktur sekali pun, menganggap program Lean sebagai teknik. Bukan strategi. Dimana program Lean hanya cocok untuk karyawan yang berekja di lapangan (genba), seperti foreman dan operator. Tapi tidak untuk jajaran manajemen

Lean for Cost Cutting. Salah satu dampak dari program Lean adalah menjaga harga jual produk tetap kompetitif. Sehingga, perusahaan mencari cara untuk melakukan efisiensi dengan eliminasi semua aktivitas yang tidak bernilai tambah (cost reduction). Bukan cost cutting : yaitu pemotongan biaya pada semua aktivitas tanpa analisa bahwa aktivitas tersebut bernilai tambah atau tidak. Misalnya, banyak perusahaan memotong bahkan menghilangkan biaya pengembangan keterampilan karyawan, karena dianggap tidak penting. (*Salam Improvement – Dudung Duhara*)